| | |||||
|
KECANDUAN playstation membuat anak menjadi kasar,suka mencaci,bahkan kehilangan pengendalian diri.Bagaimana cara mengatasinya? Bermain memang menjadi salah satu kebutuhan anak. Benda apa pun yang ditemukan, di tangan anak-anak bisa menjadi sebuah permainan mengasyikkan.Namun,tidak semua permainan memiliki dampak bagus bagi perkembangan mental dan membantu proses sosialisasi anak dengan lingkungan. Di antara sekian banyak permainan yang ditawarkan di pasar, salah satu benda yang perlu diwaspadai, jika terlalu sering dimainkan anak, adalah playstation.Adrenalinyang memuncak,kemarahan yang disertai teriakan, bentakan dan cacian, hampir selalu mewarnai permainan yang menggunakan stik dan layar televisi tersebut. Agresivitas dan kebiasaan berbicara tanpa kendali bahkan mencaci, tentu saja berdampak negatif bagi perkembangan mental anak. Anak jadi kehilangan kepedulian terhadap sesama, tidak mudah menerima kekalahan, bahkan menjadi lebih mudah menyakiti temanteman seusia, ataupun si adik yang lebih kecil. “Playstation memang membuat anak-anak menjadi lebih agresif, tidak bisamemahamiperasaan orang lain. Sebaiknya biasakan anak untuk tidak memainkan playstation selama berjam-jam,” kata pengajar SD di Jakarta Pusat, AwaludinAwawi. Manfaatnya bisa dikatakan tidak menguntungkan dengan membiarkan anak bermain playstation selama yang mereka inginkan. Salah satunya adalah kurangnya keinginan anak bersosialisasi dengan lingkungan. Bukan saja malas beradaptasi dengan lingkungan, playstation juga membuat anak malas melakukan rutinitas dan kewajibannya sehari-hari, seperti belajar dan mengerjakan pekerjaan rumah. Pada tingkat kecanduan kronis terhadap permainan tersebut, anak bahkan bisa lupa waktu makan atau sekadar minum. “Itulah jeleknya permainan itu, anak bisa menghabiskan waktu berjam-jam, duduk diam memainkannya. Kalau dilarang,anak bisa melawan orangtua. Jika itu terjadi, berarti tingkat ketergantungan anak pada playstation kronis,”tambah Awaludin. Senada dengan Awaludin, keluhan sama datang dari banyak orangtua di kota-kota besar. Seperti diungkapkan Dewi Aryanti. Ibu tiga putra itu mengaku cukup kewalahan menghadapi anak-anaknya saat dilarang memainkan playstation. “Kalau sedang bermain itu, rumah menjadi penuh teriakan,umpatan,cacian, ataupun tangisan.Yang menang berteriak senang, yang kalah mencaci maki,” kata Dewi. Menghadapi anak-anaknya yang dirasa cukup sulit dikendalikan ketika dilarang bermain playstation, wanita berkulit kuning itu mengaku suka mengambil tindakan tegas.“ Terkadang kalau anakanak sudah tidak bisa diken- dalikan, saya akan menyimpan dan mengunci playstation mereka dalam lemari. Saya biarkan mereka berteriak ataupun menangis meminta. Daripada mereka kecanduan yang tidak mendidik,” tambahnya. Selain efek yang terlihat, seperti anak jadi malas belajar, malas bersosialisasi,playstation juga memiliki dampak yang melibatkan fungsi tubuh.Misalnya anak jadi terbiasa duduk berjam-jam dengan posisi yang sama, padahal itu merusak tulang. Anak yang keranjingan playstation akan cenderung memiliki mata yang rusak. Selain itu,yang dipacu pada alat permainan elektronik ini adalah kemampuan anak untuk bereaksi cepat melalui latihan yang terus menerus (drilling). Pada permainan ini, umumnya anak tidak belajar dari kesalahan, tidak belajar memecahkan masalah karena kepraktisannya memencet tombol, ia dihadapkan pada jawaban salah dan benar. Dalam permainan itu pula, umumnya tidak disajikan bagaimana cara untuk sampai pada jawaban benar.Jelas ini bukan gambaran dari kondisi yang sebenarnya dalam kehidupan sehari-hari yang mengajarkan pada anak bahwa untuk mencapai keberhasilan ia perlu menyelesaikan masalah yang dihadapi. Dirancang untuk Menjadi Candu
sumber : seputar Indonesia |
Selasa, 13 Mei 2008
PSIKOLOGI PERKEBANGAN ANAK
Sabtu, 12 Januari 2008
Pengaruh,Hati Nurani Terhadap Karakter dan Kepribadian
Oleh. R.Budi Hartono
Pada kehidupan sehari-hari kita sering memadukan kehendak yang cenderung di dorong karakter kepribadian kita sadar tidak sadar, pada integrasi itu terdapat pengaturan oleh hati nurani manusia, karena hati nurani ini berfungsi sebagai pengemudi dan hakim terhadap segala bentuk tingkah laku dan pikiran manusia. Hati nurani berfungsi pula sebagai pengontrol yang kritis, karenanya mausia selalu diperingatkan agar selalu bergerak dalam batas-batas tertentu yang tidak boleh dilanggarnya. Berdasarkan norma-norma konvensionil yang ada.
Hati nurani juga menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap segala tingkah laku dan berani menanggung resikonya. Yaitu berani mengaku salah jika dirinya ada pihak tidak benar, berani minta maaf atau ampun dan sanggup memperbaikinya. Dengan demikian akan tercapai kepribadian yang matang, yang benar-benar terintegrasi dan mempunyai rasa tangung jawab yang tebal, baik terhadap diri sendiri maupun terhadap lingkungan dan sumber utama kehidupan ini.
Dalam kehidupan sosial ada norma-norma dan aturan-aturan tertentu yang memberikan arah bagi tingkah laku manusia. Peraturan-peraturan ini didasarkan atas nilai-nilai kesusilaan yang baik. Jika orang tidak mengikuti norma-norma tersebut, akan timbul padanya rasa penyesalan. Dengan demikian ada kesadaran pada nilai-nilai tersebut dan ada sikap yang membenarkan atau sikap mengadili dengan satu penolakan. Kesadaran bahwa dirinya telah berbuat salah, rasa penyesalan dan kecenderungan untuk mengadakan pembetulan secara susila itu menjadi tenaga pendorong yang amat kuat bagi realisasi diri dan transendensi diri.
Dengan demikian hati nurani manusia itu menjadi instansi yang menentukan norma-norma. Lalu timbul rasa berslah, timbul kepedihan hati dan tumbuh kecenderungan bereaksi untuk membetulkan diri oleh hati nurani ini orang bertindak sesuai dengan norma-norma kebenaran tadi, agar tercapai ketenangan jiwa. Sebab, melawan atau menetang secara khronis dan terus menerus kepada hati nurani itu menyebabkan perpecahan pribadi, lalu timbul banyak konflik-konflik bati dan ketegangan-ketegangan, dan pada ahirnya meletus menjadi ganguan jasmani dan rohani.
Justru pada saat penuh krisis yang amat menetukan bagi kehidupan manusia, hati nurani itu sangat besar peranannya, dan sangat menentukan sifatnya. Lingkungan memang memberikan syarat-syarat tertentu bagi kebebasan tingkah laku manusia. Tetapi lingkungan tidak bisa menguasai hati nurani yang murni dari manusia. Karena hati nurani berfungsi sebagai pengontrol dan sifatnya murni kreatif, serta bisa menimbang tingkah laku manusia pribadi sendiri, maka berlakulah proses pembentukan karakter. Dalam proses pembentukan watak atau karakter ini penting sekali peranan hati nurani disamping mekanisme regulasi dan integrasi.
Jumat, 11 Januari 2008
Trauma Psikis dimasa Kanak-kanak
Trauma yang terjadi di usia dini akan memiliki dampak bersar di usia dewasa. Banyak orang yang pernah mengalami pengalaman traumatis yang untuk sementara waktu sempat menghancurkan rasa aman, rasa percaya diri serta harga diri mereka.
Berbagai pengalaman traumatis itu dikemudian hari akan mempengaruhi penilaian anak terhadap diri mereka sendiri maupun lingkingan mereka. Trauma-trauma ini meninggalkan luka psikologis yang tidak pernah sembuh sepenuhnya. Karena itulah ada orang-orang tertentu yanag bias merasakan sangat tertekan menghadapi suatu masalah tertentu, sementara masalah tersebut tidak terlalu menekan bagi orang lain.
Trauma yang terjadi diusia dini memiliki banyak dampak yang lebih besar dari pada yang terjadi di usia yang lebih besar(dewasa), karena evaluasi kritis, refleksi dan pertahanan diri belum berkembang dengan baik pada masa kanak-kanak.
- Anak yang selalu mendapat dukungan, akan mengembangkan rasa percaya diri.
- Anak yang diajar bertolenransi, akan belajar bersabar.
- Anak yang selalu menerima kritikan, akan belajar untuk selalu menyalahkan.
- Anak yang hidup ditengah ejekan,akan menjadi pemalau.
- Anak yang hidup dilingkungan yang penuh rasa permusuhan, akan belajar berkelahi.
- Anak yang sering menerima pujian, akan belajar untuk menghargai.
- Anak yang hidup dalam rasa malu/aib, belajar merasa bersalah.
- Anak yang hidup dengan rasa aman, belajar untuk mempercayai.
- Anak yang memperoleh pengakuan, belajar menyukai diri mereka sendiri.
- Anak yang merasa diterima dalam hidupnya, belajar mendapatkan cinta.
Prilaku Orang Tua dalam Perkembangan anak
R.Budi Hartono
Hasil penelitian bidang biologi dan ilmu-ilmu social terahir ini sangat membantu kita memahami berbagai penyebab timbulnya perilaku abnormal manusia. Penyebab perilaku abnormal terutama disebabkan oleh kesalahan dalam perkembangan perilaku, stress yang hebat atau kombinasi keduanya.
Kalau seorang anak menyerap nilai-nilai kriminal, ia bias menjadi kriminal karena perkembangan yang salah. Perkembangan yang salah inilah yang merupakan penyebab utama timbulnya tanda-tanda keabnormal tingkah laku pada manusia. Penyesuaian diri yang kita kembangkan bersama dengan orang-orang disekeliling kita senatiasa dipengaruhi oleh dua hal, yaitu perkembangan kepribadian kita dan oleh berbagai tingkat stress yang kita hadapi. Setiap hal yang membawa kita pada perkembangan kepribadian yang salah atau meningkatkan stress, bias menciptakan masalah.
Bila seorang mampu menangulangi secara efektif berbagai situasi yang menekannya, maka kecemasan akan hilang. Namun bila kecemasan dan stress berlanjut, tindakan yang akan diambil individu itu biasanya mengarah keberbagai mekanisme untuk mempertahankan ego, seperti menyangkal dan pembenaran diri. Ini bisa berakibat berkurangnya intergrasi dan timbulnya perilaku tidak bisa menyesuaikan diri. Proses bela diri menimbulkan ketimpangan antara realitas dan kemampuan individu itu. Ingalah pelajaran yang salah merupakan penyebab utama perilaku yang salah*
*H.Datt Sharma "Peace of Mind Mission"New Delhi