Tampilkan postingan dengan label pertanian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pertanian. Tampilkan semua postingan

Jumat, 15 Februari 2008

Upaya Peningkatan Efisiensi Dan Langkah Alternatif Pemupukan Pada Tanaman Kelapa Sawit

Upaya peningkatan efisiensi pemupukan harus dilakukan melalui berbagai cara, khususnya peningkatan ketepatan pemupukan dan perbaikan kondisi lahan. Ketepatan pemupukan mencakup jenis, dosis, waktu dan cara pemupukan, sedangkan perbaikan kondisi lahan dilakukan melalui aplikasi bahan organik dan pengendalian gulma. Selain itu terdapat beberapa langkah alternatif yang dapat ditempuh, seperti: pemilihan jenis pupuk yang ekonomis dan penentuan prioritas tanaman yang segera dipupuk. Pemilihan jenis pupuk harus selalu mempertimbangkan aspek mutu, ekonomis, dan pertimbangan teknis lain lain seperti kondisi lahan. Pengurangan dosis pupuk sedapat mungkin tidak dilakukan mengingat pengaruhnya yang tidak menguntungkan terhadap pertumbuhan dan produktivitas tanaman. Namun demikian jika jumlah pupuk yang tersedia tidak mencukupi, prioritas tanaman yang perlu segera dipupuk ditentukan dengan mengutamakan tanaman belum menghasilkan, tanaman yang produktivitasnya tinggi, tanaman yang menunjukkan gejala defisiensi berat, dan tanaman pada tanah yang ketersediaan haranya rendah.

Industri Kelapa Sawit Indonesia Menapak Dengan Pasti Di Atas Kerikil Tajam

Dengan memperhatikan perkembangan produksi minyak nabati lain dan perkembangan permintaan minyak nabati dunia, maka dapat dikatakan prospek minyak sawit di pasar dunia baik untuk minyak makan maupun indutri kimia masih sangat baik. Dakwaan bahwa perkebunan dan industri kelapa sawit adalah merusak lingkungan, yang dapat mengganggu pemasaran minyak sawit dan produk-produk turunannya tidak memiliki dasar yang kuat. Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk mengembangkan industri kelapa sawit. Kajian-kajian yang telah dilakukan sejak kelapa sawit di introduksikan ke Indonesia menunjukkan bahwa pengembangan perkebunan kelapa sawit di Indonesia sangat potensial. Untuk itu, Indonesia perlu memanfaatkan keunggulan komparatif yang dimiliki secara optimal. Tuduhan yang menyatakan industri kelapa sawit dapat merusak lingkungan, mengakibatkan bencana ekonomi dan sosial juga tidak mempunyai dasar yang kuat, bahkan sebaliknya industri kelapa sawit dapat menanggulangi bencana dan bukan penyebab bencana.

Rabu, 30 Januari 2008

Ketahanan Tanaman Karet


Analisis Genetika Pewarisan Sifat Ketahanan Tanaman Karet terhadap Penyakit Gugur Daun Corynespora
Genetic Analysis of Corynespora Leaf Fall Disease Resistance in Hevea Rubber*


Corynespora leaf fall disease (CLFD) caused by Corynespora cassiicola fungus is one of the most important diseases of Hevea rubber in Indonesia. The fungus infects rubber leaves of all ages of susceptible clones all year long irrespective of weather conditions. Chemical treatment to control CLFD rubber is not effective. The strategy to contol CLFD should be emphasized on the use of resistant plant materials. However, resistant rubber clones to CLFD tend to be broken by new virulent strains of the fungus. Therefore, the breeding program of Hevea rubber for CLFD resistance has to be directed to create new rubber clones carrying durable resistance character. The objective of the research was to study genetic inheritance of the resistance character of Hevea rubber to CLFD. F2 population, generated from F1 rubber clones of PR 255, PR 303, PB 260, RRIC 100, and RRIM 712, were analyzed at Balai Penelitian Karet Getas, Salatiga. The result indicated that resistance character of rubber to CLFD was controlled by two major genes. Genotypic models for the resistance traits were A-B-, e.i. AABB, AABb, AaBB and AaBb, the moderate genotype were AAbb and Aabb, and the susceptible ones were aa—, e.i. aaBB, aaBb or aabb. Recessive forms of A gene supressed the expression of the second gene B/b.

sumber : Hayati Journal of Biosciences
Google