| Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyatakan bahwa visi Indonesia Sehat 2010 sudah konkret dan bukan hanya wacana. ”Ada yang menulis buku, katanya pemerintah atau SBY ini hanya angin,saya kira gedung ini (RSCM yang baru) bukan angin. Menghadapi seperti itu, mari kita betulbetul membuktikan menjadi sesuatu yang konkret dan bukan hanya angin dan wacana,” ujar Presiden. Visi pemerintan soal Indonesia Sehat 2010 dicanangkan tiga tahun lalu. Presiden menjelaskan, visi ini bukan wacana seperti yang pernah ditulis dalam sebuah terbitan buku. Pernyataan tersebut disampaikan SBY pada peringatan hari malaria sedunia ke-1, sekaligus meresmikan gedung rawat inap terpadu Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Dia menegaskan, pemerintah juga terus merevitalisasi program-program kesehatan yang dulu dilakukan,yang pada masa reformasi ini tidak diaktifkan.Program itu,antara lain pekan imunisasi nasional (PIN),aktivitas posyandu,dan pos keluarga berencana (KB). ”Jangan sampai setelah pergantian kepemimpinan politik, program-program yang baik tidak kita lakukan,” jelasnya. Presiden menyebutkan, untuk posyandu pada tahun lalu telah terbentuk sebanyak 8.114 unit, poskesdes (pos kesehatan desa) yang baru dibentuk pada 2007 telah mencapai 33.910 unit,dan pos kesehatan pesantren yang dibentuk sejak 2005 lalu saat ini telah mencapai 600 unit. Untuk itu, menurutnya, program-program kesehatan masyarakat yang bertaraf menengah ke bawah harus terus ditingkatkan pelayanannya, sejalan dengan pembangunan RS yang lebih bertaraf internasional. ”Saya setuju dengan pembangunan RS berkategori world class hospital, tetapi setelah kita perbaiki, tingkatkan, dan perluas fasilitas kesehatan,”jelasnya. Pembangunan gedung baru RSCM yang mengeluarkan dana sebesar Rp123 miliar, menurutnya, merupakan biaya yang memang perlu di keluarkan. Hal ini termasuk produktif,mengingat banyak biaya yang sebesar itu lebih bersifat konsumtif dalam era tekanan ekonomi global dalam menghadapi tekanan APBN dan APBD. ”Hentikan sekali lagi pembangunan gedung, pembangunan fasilitas yang tidak sangat diperlukan. Apalagi, yang tidak produktif. Ini (RSCM) contoh produktif karena langsung diabdikan untuk membantu saudara-saudara kita,” tambahnya. Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan Ganjar Pranowo menilai klaim SBY tersebut wajar.Namun,klaim tersebut harus didasarkan kepada fakta objektif. ”Jangan sampai klaim itu hanya menunjukkan sikap politik dalam situasi panik,”katanya. Ganjar menambahkan, masalah kesehatan yang diklaim SBY mengalami peningkatanharusdilihatsecara mendalam. Menurut dia, program Asuransi Kesehatan Masyarakat Miskin (Askeskin) banyak menuai masalah. Bahkan, program tersebut hampir tidak diperpanjang lagi, tetapi pemerintah menggantinya dengan Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jaskesmas). (rarasati syarief/ ahmad baidowi) sumber : seputar Indonesia |
Jumat, 09 Mei 2008
SBY: Visi Pemerintah Konkret
Jumat, 11 Januari 2008
Cinta,Keromantisan dan Monogami
Dengan memikul tangung jawab atas reaksi-reaksi dan tindakan-tindakan kita dalam suatu hubungan, kita dapat sungguh-sungguh memberi dan menerima cinta dengan berhasil. Tampa suatu kesadaran tentang bagaimana secara khusus pasangan kita membutuhkan cinta, barangkali kita melewatkan peluang-peluang yang amat berharga.
Kaum wanita merasa disayangi terutama bila mereka menerima dukungan emosional dan fisik yang mereka butuhkan dari suami mereka. Tidak terlalu masalah apa yang diberikan suaminya asal dia melakukan terus menerus. Seorang wanita merasa disayangi bila dia merasa cinta seorang pria itu konsisten.
Ketika seorang pria tidak memahami wanita, dia cederung memusatkan perhatiannya pada upaya-upaya besar untuk memuaskan si wanita sesaat tetapi kemudian akan mengabaikannya selama berminggu-minggu/berbulan-bulan. Sementara komunikasi yang baik memberikan landasan yang sehat untuk komunikasi hubungan penuh kasih saying, keromatisan/percintaan merupakan hidangan penutupnya. Jalan menuju hati seorang wanita adalah melakukan sejumlah besar hal kecil baginya secara terus-menerus.
Berikut ini daftar pendek saya* tentang dua puluh hal yang telah teruji yang dapat dilakukan oleh seorang suami untuk menciptakan keromantisan, yakni;
- Belilah kartu-kartu ucapan untuknya atau tulislah sebuah pesan.
- Bawakan bunga untuknya.
- Belikan coklat untuknya.
- Bawalah pulang kejutan-kejutan kecil yang mengatakan bahwa anda memikirkan sewaktu anda tidak dirumah.
- Peluklah dia kadang-kadang.
- Bersikaplah penuh kasih saying di saat anda tidak ingin melakukan sek.
- Nyalakanlah sebatabg lilin pada saat makan malam atau di ruang tidur.
- Putarkan musik kesukaannya.
- Perhatikan apa yang dia kenakan dan berikanlah pujian.
- Perhatikan makanan/masakan dan restoran yang dia sukainya.
- Rencanakan kencan jauh-jauh hari.
- Matikan suara TV pada saat iklan dan berbicaralah pada istri anda dari pada mencari saluran lain.
- Pandanglah dia saat berbicara.
- Jangan menyelanya atau melengkapi kalimat-kalimatnya.
- Perhatikan kapan dia marah dan tawarkan pelukan anda untuknya.
- Tolonglah dia bila lelah.
- Bantulah dia membereskan pekerjaan-pekerjaan rumah tangga.
- Teleponlah dia bila anda pulang terlambat.
- Teleponlah dia sekedar untuk mengatakan aku mncintaimu.
- Rencanakan perayaan-perayaan kecil dan lakukanlah sesuatu yang berbeda.
Mengapa Pria Begitu Asyik dengan Pekerjaan
Oleh. R.Budi Hartono
Apabila seorang pria mengalami stress karena memikirkan bahwa keluarganya tidak bahagia, secara naluriah dia lebih memusatkan perhatian untuk berhasil di tempat kerja. Dia memusatkan perhatian pada tempat kerja sebegitu rupa sehingga tidak menyadari beberapa lama dia meinggalkan rumah. Baginya waktu barangkali belalu sangat cepat, tetapi bagi istri yang menunggunya pulang kerumah waktu berjalan amat lambat. Suami tidak menyadari bahwa dizaman modern, kehadiran dirumah sekurang-kurangnya sama pentingnya bagi si-istri dengan keberhasilan di tempat kerja.
Semakin banyak tekanan kerja yang dialami seorang pria, semakin dia memutuskan perhatian untuk memecahkan masalah-masalah. Pada sat-saat macam itu, sangatlah sulit melepaskan diri dari masalah tersebut dan memberikan seluruh perhatiannya pada hubungan. Dia menjadi begitu terserap oleh pekerjaan dan masalah sehingga melupakan segala sesuatu yang lain dan secara tidak sadar mengabaikan istri dan keluarganya.
Seolah-olah dia melihat melalui sebuah terowongan dan melihat apa yang relevan atau bermanfaat untuk mencapai sasarannya. Dia tidak menyadari bahwa dirinya tidak lagi mendengarkan dan menanggapi orang yang di cintainya karena dia begitu terpusat pada penyelesaian masalah. Pada saat-saat semacam itu, untuk sementara dia melupakan apa yang sungguh-sungguh penting baginya. Dia tidak menyadari bahwa dirinya tengah menyingkirkan orang yang paling dia cintai(anak dan istri).
Apakah saudara begitu……………………. kita dapat merenungkan sendiri-sendiri.